Hikmah dan Rahasia Shalat

  • Rp 35,000
  • Kode Buku:SC3620
  • Stok:Tersedia

ISBN: 978-979-1303-62-0 Ukuran: 12,5 x 17,5 cm Jenis Buku: Soft Cover Jenis Kertas: HVS Jumlah Hlm: 218 hlm Berat: 0.2 kg..

ISBN: 978-979-1303-62-0
Ukuran: 12,5 x 17,5 cm
Jenis Buku: Soft Cover
Jenis Kertas: HVS
Jumlah Hlm: 218 hlm
Berat: 0.2 kg


Hikmah dan Rahasia Shalat
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah


Shalat yang sempurna dan baik adalah shalat yang dilaksanakan tidak hanya oleh raga semata, namun juga dengan hati ikhlas, tunduk, dan menghadap kepada Allah s.w.t. Seorang hamba dapat melakukan shalat yang sempurna seperti ini apabila ia memahami makna dan rahasia yang terkandung di dalam setiap gerakan maupun bacaan.

Karya ini menjelaskan makna dan rahasia yang terkandung di dalam shalat. Dengan mengacu pada keterangan ayat suci al-Qur`an, penulisnya—Ibnul Qayyim—mengungkap satu per satu rahasia dalam tahapan, gerakan, dan bacaan shalat kita. Contohnya adalah rahasia di balik dua kali sujud. Bahwa sujud laksana “makanan pokok” bagi hati dan ruh. Dengan dua kali sujud, seorang hamba akan memperoleh tambahan kebaikan, iman, makrifat, dan kekuatan hati, di samping kelapangan dada dan kebersihan jiwa.

Masih banyak lagi rahasia shalat yang dijabarkan penulisnya. Dengan membaca dan menghayati isinya, kita tidak hanya dibimbing untuk memahami intisari ibadah shalat, namun juga dituntun untuk dapat melaksanakan shalat khusyu’ dan menikmati cita rasa ibadah shalat itu sendiri. Sehingga, ibadah kita kepada Allah s.w.t. pun menjadi sempurna dan berkualitas, demi meraih ridha-Nya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)
Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai “spesialis penyakit hati (the scholar of the heart).” Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang menentang tasawuf, namun kritikannya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.