Hakekat Ruh

  • Rp 85,000
  • Kode Buku:HC3743
  • Stok:Tersedia

ISBN: 978-979-1303-74-3 Ukuran: 15,5 x 24 cm Jenis Buku: Hard Cover Jenis Kertas: HVS Jumlah Hlm: 366 hlm Berat: 0.7 kgHa..

ISBN: 978-979-1303-74-3
Ukuran: 15,5 x 24 cm
Jenis Buku: Hard Cover
Jenis Kertas: HVS
Jumlah Hlm: 366 hlm
Berat: 0.7 kg


Hakekat Ruh
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah

Membahas tuntas berbagai hal seputar ruh orang yang sudah meninggal maupun yang masih hidup berdasarkan al-Qur`an, as-Sunnah, atsar, dan pendapat ulama masyhur

Hakekat ruh adalah perkara yang sering menjadi pertanyaan banyak orang. Benarkah ruh orang-orang yang sudah meninggal dunia bisa saling berkunjung dan bertegur sapa? Adakah bukti bahwa ruh orang yang sudah meninggal dunia bisa melihat siapa saja yang menziarahi makamnya? Manakah yang akan disiksa di kubur; ruh seseorang ataukah jasadnya? Di manakah ruh seseorang yang sudah meninggal dunia bersemayam: di langit, di bumi, di surga, di neraka, ataukah di tempat lain?

Itu adalah sebagian kecil dari banyak pertanyaan pelik tentang hakekat ruh yang dijawab buku ini dengan gamblang dan mudah dicerna oleh nalar orang awam. Dalil-dalil dari al-Qur’an, hadis, dan beberapa pendapat ulama salafus salih terkemuka yang disertakan juga sangat kuat dan selaras dengan logika yang dibentangkan oleh penulisnya, yaitu Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, seorang ulama terkemuka yang sangat berpengaruh, penerjemah al-Qur`an, rujukan para mufassir, dan murid paling cemerlang dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Buku di tangan Anda ini sangat bagus dan merupakan referensi yang direkomendasikan bagi yang ingin mendalami hakekat ruh manusia. Membacanya akan membuat kita serasa berada di depan sebuah layar lebar yang tengah mengisahkan perjalanan ruh manusia dari sejak ditiupkan Allah ke jasad hingga hari kiamat kelak. Akidah dan keimanan kita pun akan kian tebal dibuatnya.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah (691 H/1292 M – 751 H/1349 M)

Cendekiawan Muslim ini lahir di Damaskus pada tahun 691 H. Terkenal sebagai seorang reformis pemikiran Islam. Murid utama Ibnu Taimiyah ini menguasai beragam bidang ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hadis, akhlak, hingga filsafat, kimia, dan astronomi.

Sebagian besar karyanya berbicara tentang akhlak, moral, dan penyucian jiwa. Karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai "spesialis penyakit hati (the scholar of the heart)." Meski oleh sebagian kalangan ia dipandang sebagai kritikus tasawuf, namun sikap kritisnya itu semata ditujukan kepada ajaran dan praktik tasawuf yang menyimpang dari ajaran al-Qur`an dan sunnah Nabi.

Wafat pada tahun 751 H di Damaskus, dan meninggalkan banyak warisan intelektual berupa buku dan tulisan yang hingga saat ini ikut mewarnai arus pemikiran keagamaan di dunia Islam.