Bustan al-Wa’izhin

  • Rp 99,000
  • Kode Buku:SC3422
  • Stok:Tersedia

ISBN: 978-979-1303-42-2 Ukuran: 15,5 x 24 cm Jenis Buku: Soft Cover Jenis Kertas: HVS Jumlah Hlm: 474 hlm Berat: 0.5 kgBu..

This product has a minimum quantity of 100

ISBN: 978-979-1303-42-2
Ukuran: 15,5 x 24 cm
Jenis Buku: Soft Cover
Jenis Kertas: HVS
Jumlah Hlm: 474 hlm
Berat: 0.5 kg


Bustan al-Wa’izhin
Suluh Penyucian Jiwa
Ibnul Jauzi

Bimbingan ruhani berupa nasihat dan hikayat yang bersumber dari dalil-dalil al-Qur`an, hadis Nabi, kisah-kisah para sahabat dan as-salafush shâlih, serta petuah para ulama tentang penyucian jiwa dalam rangka mencari ridha Allah s.w.t.

Bustân al-Wâ’izhîn adalah literatur klasik yang berisi bimbingan untuk selalu mengingat Allah, menggapai ridha-Nya dan meraih kebahagiaan di akhirat. Karya ini tak hanya memperingatkan manusia tentang tipu daya setan, namun juga menggambarkan pedihnya kematian, suasana alam kubur, prahara Hari Kiamat, situasi Padang Mahsyar, kondisi surga, neraka, dan titian (ash-shirâth).

Ditulis oleh Ibnul Jauzi, seorang cendekiawan Muslim ternama asal Baghdad yang menguasai pelbagai disiplin ilmu Islam di masanya. Hingga kini, warisan intelektulnya masih banyak dikaji dan dijadikan rujukan utama dalam kajian-kajian keislaman.

Dengan buku ini, kita akan dituntun untuk menjadi seorang Muslim yang ikhlas, saleh, dan bertakwa, serta mengetahui kekurangan diri di hadapan-Nya. Sehingga, kesadaran jiwa kita pun akan tergugah untuk selalu berusaha meraih ridha-Nya. Sebab dengan ridha-Nya, seorang hamba akan mendapatkan buah berupa pahala dari amalnya, dan merengkuh kebahagiaan akhirat.

Ibnul Jauzi (510 H – 597 H)
Bernama lengkap Jamaluddin Abu al-Faraj Abdurrahman ibn Ali ibn Muhammad ibn Ali ibn Ubaidillah ibn Abdillah ibn Hamadi ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Ja’far al-Bakri at-Taimi al-Qurasyi. Nama al-Jauzi sendiri dinisbatkan kepada kakeknya yang bernama Ja’far al-Jauzi. Selain hafal al-Qur`an sejak usia belia, imam besar ini juga hafal seluruh isi kitab Musnad Imâm Ahmad, Thabaqât Ibn Sa’ad, empat kitab Sunan, serta Shahîh Bukhâri dan Shahîh Muslim. Kegemarannya mendengar nasihat-nasihat para ulama sangat memengaruhi kehidupan dan karya-karyanya.

Wafat pada 13 Ramadhan 597 H, dan meninggalkan lebih dari 139 karya intelektual dan keagamaan. Salah satunya adalah Bustân al-Wâ’izhîn: Suluh Penyucian Jiwa, yang saat ini ada di tangan pembaca.